Posted by : usefullife4us Tuesday, November 11, 2014

MASIH ADA CARA UNTUK MENYEMBUHKAN DIABETES
Assalamu’alaikum. Salam sukses dan sehat selalu
Cara menyembuhkan diabetes yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman pribadi. Semoga dapat menjadi modal untuk penelitian ilmiah lebih lanjut. Sekitar 5 bulan yang lalu, awal Mei 2014 saya memberanikan diri memeriksakan gula darah di apotek terdekat, tepatnya di apotek Taman Semanan, Jakarta Barat. Hasilnya sangat di luar dugaan. Alat deteksi gula darah menunjukan angka 360. Padahal kondisi normal jika pemeriksaan setelah makan angka menunjukan 180 sampai 200. Sejak saat itu, hampir tiap Minggu saya memeriksakan gula darah. Hasilnya tidak menunjukan angka penurunan yang signifikan.
Saya menjadi rajin browsing dan ke toko buku. Tujuannya yaitu mencari cara agar gula darah saya menjadi normal. Ada yang mengatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Saya lebih yakin bahwa setiap penyakit ada obatnya. Seiring dengan perjalanan waktu, saya mengatur pola makan terutama mengurangi konsumsi nasi putih dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Saya juga rajin mengkonsumsi ekstrak sambiloto. Hasilnya gula darah saya masih berkisar antara 260 sampai 300. Pernah dua Minggu berturut-turut saya dua kali memeriksakan gula darah. Tepatnya pada hari Senin. Waktu itu saya sedang berpuasa. Sebelum berbuka saya sengaja memeriksakan gula darah. Hasilnya di angka 190 dan 200. Padahal saya berpuasa lebih 12 jam. Angka normal antara 100 sampai 115.
Saya tidak patah semangat dan tidak malu menceritakan kondisi saya kepada teman dan kerabat jika mengunjungi rumah mereka. Tujuannya yaitu menghindari sajian teh manis. Saya juga belajar dari orang-orang yang terkena diabetes. Mereka yang ke dokter, saya yang mengambil nasehat para dokter.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, akhirnya di awal bulan Juli 2014 saya memutuskan tiga hal utama yaitu :
  1.   Selalu berpikir positif
Saya menasehati diri sendiri bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik kepada hamba-hambaNya. Allah SWT tidak akan merubah nasib seseorang atau suatu kaum sebelum seseorang atau kaum itu merubahnya. Allah SWT juga tidak akan memberikan beban di luar kemampuan hamba-hambaNya.
  1.   Mengatur Pola Makan
Di sini saya seperti melakukan revolusi pola makan. Saya melakukannya setelah membaca manfaat beras merah dan sayur kangkung. Makan pagi dan makan malam saya masak sendiri dengan menu yang hampir sama. Bahan-bahannya yaitu beras merah, kangkung, cabe, tahu dan garam. Jika bosan sayur kangkung saya menggantikannya dengan bayam atau menggunakan kombinasi sayur kangkung-bayam. Cara memasaknyanya, 2 genggam beras merah direbus di dalam wajan atau panci dengan sekitar dua gelas air. Setelah beras lunak (enak dimakan), lihat kondisi air. Jika kurang ditambahkan sedikit air. Setelah itu masukkan cabe, potongan tahu, potongan sayur dan garam secukupnya. Terus dimasak hingga sayur masak. Rasa asin sering-sering dikontrol. Jika keasinan tidak enak. Setelah masak, saya masukkan mangkuk. Saya mengkonsumsinya pada saat masih hangat. Untuk menghindari rasa bosan saya sering menambahkan ikan asin atau sambal. Bahan sambal cukup cabe hijau atau merah, tomat, bawang merah dan garam. Bahan-bahan ini cukup diiris kecil-kecil dan dicampurkan.

Menu makan siang saya hanya mengurangi nasi putih. Lauknya sayur, tahu, ikan dan sedikit sambal. Makanan tambahan yang sering saya makan yaitu pisang kepok atau raja nangka rebus, kacang tanah rebus dan snack coklat. Buah yang sering saya konsumsi yaitu pisang, pepaya, jeruk, belimbing dan salak.
  1.   Memperbanyak minum air putih dan berolah raga
Pada hari kerja hampir setiap pagi saya berjalan mengelilingi perumahan yang berjarak kurang lebih 1,5 lapangan sepak bola atau memukul samsak tinju 5 sampai 10 menit. Hari Sabtu dan Minggu menemani anak bermain sepeda. Anak bersepeda, saya melakukan jogging. Saya juga membiasakan minum teh hijau setiap pagi dan malam hari.
Tanggal 10 September 2014 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi saya. Saat itu saya memeriksakan gula darah di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Cengkareng, Jakarta Barat. Hasilnya seperti terlihat di bawah ini:


Hasilnya normal. Dokter menganjurkan untuk memeriksakan gula darah lagi. Untuk pemeriksaan berikut akan dilakukan dua kali. Pertama puasa dulu 10 jam. Setelah pemeriksaan pertama saya disuruh makan normal, dua jam berikutnya periksa darah lagi.
Tanggal 30 September 2014 saya menjalankan tantangan dokter. Hasil pemeriksaan gula darah saya setelah sepuluh jam berpuasa adalah sebagai berikut:



Setelah pemeriksaan pertama saya pergi ke rumah makan Padang. Porsi yang saya makan adalah yang terlihat seperti gambar berikut:




Dua jam berikutnya saya memeriksakan gula darah lagi. Hasilnya 147 seperti terlihat pada hasil pemeriksaan di atas.
Saya merasa bersyukur. Perjuangan membuahkan hasil. Belum selesai. Mempertahankan prestasi bukan pekerjaan mudah. Setidaknya harus bisa belajar bijaksana dari pengalaman. Tidak boleh berlebihan lagi dalam makan. Harus ingat apa yang diperintahkan manusia terbaik sepanjang sejarah. Kita harus membagi perut kita menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk air, sepertiga untuk udara dan sepertiga untuk makanan.
Semoga bermanfaat. Selamat berjuang dan sukses selalu. Wassalamu’alaikum  

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Powered by Blogger.

- Copyright © USEFULLIFE | USEFULSHARING -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -